oleh

Kebut Pekerjaan Jembatan, Dinas PUPR Provinsi Papua Barat Gandeng KODAM XVIII/Kasuari

-News-28 views

Sorong – BRNews. Pasca banjir yang melanda Kota Sorong beberapa waktu yang lalu banyak infrastruktur yang mengalami kerusakan, diantaranya beberapa fasilitas umum yang asas manfaatnya bersentuhan langsung dengan masyarakat, seperti jembatan.

Menyikapi kerusakan jembatan yang terjadi di Jalan Sapta Taruna, Km 10 Matamalagi, Kec Sorong Utara, Kota Sorong Papua Barat, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Provinsi Papua Barat, menggandeng KODAM XVIII/KASUARI untuk melaksanakan pembangunan jembatan tersebut.

Ditemui dilokasi pekerjaan, Kepala Bidang Cipta Karya Dinas PUPR Provinsi Papua Barat, Eduardus Heleserens ST kepada awak media mengatakan bahwa pekerjaan yang dilaksanakan oleh KODAM XVIII/Kasuari lewat Batalyon Zeni Tempur 20/Pawbili Pelle Alang Sorong merupakan salah satu bentuk koordinasi yang dilakukan oleh pimpinan.

“Sebelum pelaksanaan pekerjaan, dari Dinas PUPR Provinsi Papua Barat telah melakukan survei pasca banjir beberapa waktu yang lalu, dan kondisinya masih bagus, namun karena adanya keluhan dari masyarakat dimana sering meluapnya sungai Klagison ini,” terang Pak Kabid.

Lanjut Kabid, setelah melakukan survey kita berkoordinasi dengan penyedia jasa dengan spesifikasi yang ada.

“Selanjutnya kita berkoordinasi dengan penyedia jasa terkait dengan spesifikasi yang ada, dan akhirnya kita berkoordinasi dengan pihak KODAM XVIII/KASUARI, dan dari pihak Kodam mengarahkan ke Yon Zipur 20/PPA Sorong, dan secara tupoksi pekerjaan ini berada di bidang Bina Marga,, tapi atas petunjuk pimpinan, saya menemani Pak Danyon,” jelas Eduardus Heleserens ST.

Ditempat yang sama, Komandan Batalyon ZIPUR 20/PPA Sorong, Mayor CZI Tri Wibowo Angga Astono kepada awak media mengatakan bahwa terkait dengan pembangunan jembatan ini berawal surat dari Dinas PUPR Provinsi Papua Barat.

“Pekerjaan ini berawal dari Dinas PUPR Papua Barat yang menyurat kepada Pangdam XVIII/Kasuari untuk membantu bencana banjir di Kota Sorong, atas dasar surat tersebut kami mendapat perintah dari Bapak Panglima,” ujar Danyon Zipur 20/PPA.

“Kebetulan dari satuan kami, Yonzipur mempunyai jembatan agropanel 13 petak type 21, dan saat ini yang kita gunakan ada empat petak type 21, dengan bentangan sekitar 9 – 12 Meter, dan daya tahan jembatan ini bisa dilalui kendaraan dengan beban sekitar 40 ton,tapi plang yang akan kita pasang maximum 30 ton,tujuannya agar jembatan ini bisa bertahan lama,” ujar Danyon.

Dijelaskan Danyon bahwa pemasangan ini melibatkan beberapa unsur yang ada.

“Dari Batalyon ada 26 anggota, Kodim 1802 Sorong 2 anggota dan dari Denpom sendiri ada 2 anggota, dan dalam proses pengerjaan jembatan ini kita didukung dengan 2 unit exavator, dan secara tehknis kita pastikan jembatan itu lurus dengan jalan, dan saat ini kita sedang melakukan proses perakitan” terangnya.

Lanjutnya, setelah jembatan terpasang kita akan menambahkan pengaman disamping kiri kanan, tujuannya agar pengendara merasa aman disaat melintasi jembatan tersebut.

“Jadi jembatan ini hanya bersifat sementara, sesuai dengan surat dari Dinas PUPR Papua Barat, dipakai sekitar 6 bulan, setelah itu akan dibuatkan jembatan yang permanen, dan rencananya 10 hari kedepan jembatan ini sudah bisa digunakan,” lanjutnya.

Sementara itu Jusuf, salah seorang warga setempat mengatakan bahwa merasa lega dan berterima kasih dengan dibangunnya jembatan ini.

“Kami sangat berterima kasih dengan dibangunnya jembatan ini oleh Kodam XVIII/KASUARI, karena selama ini yang menjadi kendala adalah masalah transportasi, akses untuk mengantar anak sekolah biasanya ditempuh selama 30 menit, harus putar jauh tetapi dengan adanya pembangunan jembatan ini, kiranya kedepan waktu yang kita tempuh lebih singkat, sekitar 5 menit saja,” ujar Pak Yusuf. (RV)

Komentar

Baca Juga